Allhamdullilah, akhirnya saya punya waktu juga untuk mengisi blog ini, hehehheheee...maklumlah, akhir2 ini saya sdikit sbuk (hahahhahahaaa sok sibuk ni ye). oya, selamat menunaikan ibadah puasa di bulan Ramadhan ini ya. saya yakin bukan hanya saya yg senang dan gembira menyambut datangnya Ramadhan, kalian smua psti jg senang,... gimana tidak senang, jalanan ramai, para pedagang sibuk (termasuk ibu saya hehehhehee), saling berlomba-lomba untuk mendapat pahala, dan yg psti ini yg paling saya suka, yaitu Masjid, Mushola atau Langgar jadi ramai di datangi oleh para jemaat untuk sholat Tarawih.
Ngomong2 soal tarawih, alhamdulilah kalau drumah saya tidak prnah tidak tarawih (kalau di rumah tapi, hehehehee). Saya senang ternyata mushola (eits, sekarang sdah bukan Mushola, tp Masjid) di tempat tinggal saya, sudah mengalami kemajuan, luas, aman, terang, bersih, fasilitas lengkap dan yg psti menyenangkan.
Tp kadang2 kurang menyenangkan, biasa, ketidaksenangan itu datang nya dari anak2 (termasuk adik saya yg msh kecil hehehhehee). mereka suka ribut, ngobrol dan yg paling saya benci mereka suka menyalakan petasan, walaupun agak jauh dari Masjid tp suaranya cukup membuat jantung saya mau copot. Untung saya penyabar (hahahhahaaa omong kosong).
Saya jd ingat beberapa dasa warsa yg lalu, kira-kira 12 tahun yg lalu, jika Ramadhan tiba saya dan teman2 di sekitar lingkungan saya akan menyambut Ramadhan dengan sukacita, setelah berbuka puasa, sibuk merengek minta uang kpda orang tua untuk jajan dan memakan jajanannya di dekat Mushola (dulu msh mushola). lalu sholat tarawih, tp tidak serius, main2 saja kerjanya. Setelah SMP, saya sdikit berpikir bahwa sholat tidak untuk main2, (akhirnya nyadar juga). sikap serius saya dianggap sok disiplin oleh teman2 saya. jadi saya tidak pernah bs konsisten saat itu, kadang2 serius kadang2 becanda (ternyata bnar, kadang teman membawa pengaruh buruk hehehhehee piisssss). Tp, waktu terus berjalan, saya dan teman2 sudah Beranjak Dewasa, jadi kami sllau serius. saya bahagia waktu itu msh banyak teman sebaya di lingkungan rumah saya. Sehingga kami slalu bersama-sama sholat tarawih. msh ada sepupu saya jg. Tp skarang, saya merasa sedih, karena dari tahun ke tahun satu persatu teman saya menghilang (bukan menghilang karna disulap), mereka satu persatu meninggalkan kampung kami karna bekerja di luar kota, dan karna ada yg sudah menikah. hanya saya satu-satunya yg masih betah di rumah, kuliah pun tak jauh-jauh amat.
Oleh karena itu saya kaget skali waktu tarawih pertama kemarin, anak-anak usia 4-11 tahun mendominasi Masjid di kampung saya. Bs dbayangkan betapa ramainya, ternyata masyarakat di lingkungan saya memproduksi anak dengan baik, tidak setuju dg semboyan pemerintah tentang KB, hahahhahahaaaa saya geli sindiri melihatnya.
Yahhh,... tp itulah kehidupan, Alloh telah menciptakan anak-anak untuk memberikan kebahagiaan. Anak-anak yg Insya Alloh akan memperbaiki Negara yg agak Bobrok ini. Anak-anak yg Insya Alloh pula akan mengubah Ahlaq yg terlanjur ternoda.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar