Woooowwww, sudah lama sekali saya gak posting di blog lagi hehehhe. Saya gak kemana-mana kok, hanya saja memang setengah tahun belakangan ini saya sibuk banget. Bukan Cuma sekedar sibuk menata hati tapi juga sibuk yang lain-lain. Seperti misalnya, juli sampai agustus kemarin saya KKN di Desa Sungai Langka Kecamatan Gedong Tataan. Alhamdulilah semua berakhir dengan baik. Sebenarnya sih ya gak “baik-baik banget” tapi paling tidak saya selamat dari penyakit gila beneran. Hehhehehee. Saya seneng sih KKN di sana, desanya bagus, airnya dingin dan banyak pohon coklat di mana-mana (di sana rata-rata petani coklat). Jadi bisa mengingatkan saya pada mbah saya (mbah dari pihak ibu) , dulu sewaktu kecil saya dan sepupu-sepupu saya suka sekali memetik buah coklat di halaman rumah beliau. Berhubung pohon coklat hanya ada satu kami suka berebut memetik buah yang sudah menguning kulitnya. Terkadang dari 10 buah yang ada hanya ada tiga atau empat buah saja yang layak dipetik. Ini yang terkadang membuat kami para cucu-cucu nya nekat memetik buah coklat yang masih hijau. Karena jujur saja dulu kalau tidak kebagian yang matang saya nekat makan yang mentah. Bagi saya rasanya sama saja. Hanya bedanya, yang matang nampak lebih manis dan enak diemut tapi kalau yang mentah rada asem dan harus dikunyah karena daging buahnya keras. Dan di sinilah petualangan kami bermulai, mbah saya suka marah-marah kalau kami nekat memetik buah yang masih hijau. Dengan suara keras dan khas bahasa jawanya beliau akan teriak “bacah-bocah mbeling,….ojo njimuk sing pentilllllllllll!!!” kalau sudah begitu saya dan sepupu-sepupu saya akan lari kocar kacir bersembunyi di mana saja. Di gudang tembakau, di belakang rumah, di kebun tetangga. Pokonya di mana saja. Hahahahahhahaaaa.
Oleh karena itu, waktu saya tiba di desa Sungai Langka dan tahu begitu banyak pohon coklat di sana hati saya seolah berteriak kepada bayangan-bayangan bocah-bocah kecil yang nakal itu “hei bocah-bocah mbeling! Lihatlah! Tak perlu kalian buat susah mbah kalian dengan teriakannya yang khas. Susul aku ke Desa ini, kita santap kenyang-kenyang buah coklat yang matang-matang.” Lalu saya hanya tersenyum kecut dan geli kalau mengingat masa kecil saya dan sepupu-sepupu saya.
Tapi sekarang, lihatlah kami. Sudah besar-besar dan bahkan ada beberapa yang sudah menikah dan punya anak. Mbah saya juga sudah tidak ada. Pohon coklat itu pun sudah lama tak bernyawa. Sudah di tebang beberapa tahun yang lalu.
Setelah KKN usai saya pun sibuk dengan laporan KKN, Puasa Ramdhan dan juga Hari Raya Idul Fitri. Setelah itu kembali kuliah sambil sibuk pendadaran hasil laporan KKN. Dan akhir-akhir ini saya juga sibuk buat proposal judul skripsi.
Oke, cukup di sini dulu ya,masih banyak yang harus saya lakukan. sampai jumpa lain kali dengan kisa-kisah yang lebih menarik.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar