Mengenai Saya

Foto saya
Percaya Bahwa Rejeki,jodoh,maut ditangan Alloh SWT

Rabu, 21 Maret 2012

Surat Tak Sampai

Sebenarnya aku tau ini lucu, apalagi ditulis oleh perempuan seusiaku. Harusnya aku bilang langsung saja tapi inilah aku dengan segala keanehan-keanehan itu. Kau boleh saja tersenyum simpul tanpa arti seperti itu tapi aku akan tetap menulis walaupun sebenarnya kau rada geli membacanya.
Waktu aku menulis ini, perasaan rindu berat memenuhi hatiku. Tentu saja rindu berat padamu. Entah dari mana perasaan itu, yang aku tau aku terperangkap. Waktu aku menulis ini aku baru saja terbangun dari tidur tapi bukan tidur di malam hari atau di sinag hari. Yakni tidur di antara maghrib dan isya. Entah kenapa pada waktu itu aku lelah sekali dan tak sengaja aku tidur. Aku bermimpi bersama orang lain, bahkan orang lain itu dengan lancang bilang cinta padaku. Aku marah dan benci, dia tak boleh begitu karena aku mencintai kamu. Dengan susah payah aku berusaha bangun dan akhirnya aku bangun dalam keadaan merindukanmu.
Aku kalang kabut, tak mungkin langsung meneleponmu karena aku tau antara pukul 19.30 kau sibuk. Bahkan aku menduga kesibukkanmu membuatku tak berarti.
Sesungguhnya aku tak menyalahkan diriku sendiri, apalagi menyalahkanmu. tapi, aku menyalahkan perasaanku. Kenapa sebegitu besar aku mencintaimu? kenapa sebegitu tulus sampai-sampai aku rela terluka menahan egoku atas perasaanku.
Mungkin inilah kegilaan. Tak peduli orang lain menasehati, tak peduli kau cuekki, tapi inilah kegilaan. Tak kan kau dapati kegilaan seperti ini kalau kau tak sungguh-sungguh. Bukankah cinta memang gila? memangnya apa namanya kalau bukan gila? kalau kau biasa-biasa saja itu artinya kau tak sungguh-sungguh mencinta, itu artinya cinta bagimu hanyalah sebuah pelengkap dan status bukan sebuah perasaan yang amat dalam. Memang beda tipis tapi amat kentara maknanya.
Sesungguhnya aku butuh gila. Persetan dengan orang-orang yang bilang cinta harus pakai logika, bagiku cinta tak ada logika, tergantung bagaimana kau menyikapinya saja. Kecuali jika aku mencintai suami orang, barulah aku harus pakai logika. Tapi kalau mencintai pria lajang sepertimu aku rasa aku tak butuh logika, yang aku butuhkan adalah kegilaan.

1 komentar: